Banyak
orang berfikir untuk meraih kesuksesan hanya dengan bekerja keras, tapi
melupakan kewajiban-kewajibannya kepada Allah. Saat ini banyak orang yang sudah
mulai malas melakukan ibadah wajib, padahal ibadah-ibadah wajib itulah yang
akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
Allah sebagai pemilik alam semesta dan isinya ini serta pemilik
akhirat kelak sangat menginginkan kita untuk beribadah kepadanya. Di dalam
salah satu surat Al-Qur’an. Allah berfirman kepada manusia: “Dan tidaklah kuciptakan
jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku.”
Semua malaikat beribadah pada malam
hari, sehingga orang-orang yang melakukan tahajjud akan mendapatkan banyak
kemudahan di dalam hidupnya dikarenakan ibadah mereka pada malam itu seperti
ibadahnya malaikat-malaikat di langit, keutamaan lainnya adalah diberi
kesehatan / kesembuhan, menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari,
menghindarkannya dari kesepian dialam kubur, mengharumkan bau tubuh,
menjaminkan baginya kebutuhan hidup, dan juga menjadi hiasan surga. Selain itu,
memberikan keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, wajahnya akan
memancarkan cahaya keimanan, akan dipelihara oleh Allah dirinya dari segala
macam marabahaya, setiap perkataannya mengandung arti dan dituruti oleh orang lain,
akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya,
dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah yang bercahaya, diberi kitab amalnya
ditangan kanannya, dimudahkan hisabnya, berjalan di atas shirat bagaikan kilat.
Hal
ini ditegaskan dalam QS. Al-Isra ayat 79 yang berbunyi “waminallay li
fatahajjad bihii nafilatallak a’saa ayyab’asaka robbuka maqoomaammahmuuda.”
Yang artinya: Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu
ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang
terpuji.”
Sedangkan
untuk pengaturan waktunya Allah sudah menetapkan di QS. Al-Muzzamil ayat 1 – 6
yang artinya “(1) Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! (2) Bangunlah (untuk
shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (3) (yaitu) separuhnya atau
kurang sedikit dari itu, (4) Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah
Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (5) Sesungguhnya Kami akan menurunkan
perkataan yang berat kepadamu. (6) Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi
jiwa), dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar