Bercanda adalah satu hal yang biasa
kita lakukan kepada saudara kita, teman-teman kita bahkan pada tetangga, tapi
kadang-kadang kita bukannya membuat teman yang kita candai tertawa tapi malah
merengut. Ada apa sebenarnya? Apa kita yang salah bercanda / dia yang tidak
bisa menerima candaan kita? Bisa jadi masalahnya pada kita dan orang yang kita
candai. Kemungkinan kita bercanda tidak tepat waktu / kondisinya.
Banyak candaan yang tidak sesuai contohnya:
“Kamseupay loe…,” yang kita katakan pada orang miskin / tidak mampu, sudah
pasti dia merengut. Tapi, kalau kita katakan sama orang kaya “Kamseupay Loe…”
bisa jadi dia ketawa-ketawa saja. Sering juga kita dengar “eh, itu si botak”
atau “Itu loh si bodoh.” Kasian kan orang yang dijulukin itu. Padahal dalam QS.
Al-Hujurat ayat 11 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah
suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang
diperolokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula
perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi
perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang
mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah
saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah
(panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat,
maka mereka itulah orang-orang zalim.”
Saya sangat berharap mulai saat ini
kita memanggil orang-orang dengan julukan-julukan yang baik, seperti: Si Pintar,
Si Lucu, dsb.
Oleh: Anizz Suranizz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar