Translate

Sabtu, 28 September 2013

Bercanda Kadang Menyakitkan

Bercanda adalah satu hal yang biasa kita lakukan kepada saudara kita, teman-teman kita bahkan pada tetangga, tapi kadang-kadang kita bukannya membuat teman yang kita candai tertawa tapi malah merengut. Ada apa sebenarnya? Apa kita yang salah bercanda / dia yang tidak bisa menerima candaan kita? Bisa jadi masalahnya pada kita dan orang yang kita candai. Kemungkinan kita bercanda tidak tepat waktu / kondisinya.
 Banyak candaan yang tidak sesuai contohnya: “Kamseupay loe…,” yang kita katakan pada orang miskin / tidak mampu, sudah pasti dia merengut. Tapi, kalau kita katakan sama orang kaya “Kamseupay Loe…” bisa jadi dia ketawa-ketawa saja. Sering juga kita dengar “eh, itu si botak” atau “Itu loh si bodoh.” Kasian kan orang yang dijulukin itu. Padahal dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang zalim.”

Saya sangat berharap mulai saat ini kita memanggil orang-orang dengan julukan-julukan yang baik, seperti: Si Pintar, Si Lucu, dsb.
Oleh: Anizz Suranizz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar